2026-05-28 HaiPress


JAKARTA, iDoPress - Unit robotik pemadam kebakaran milik Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta, MRF-500, tidak hanya berfungsi sebagai penyemprot air.
Robot canggih yang didatangkan dari China pada akhir 2025 itu juga memiliki peran penting sebagai pendeteksi dini asap beracun dan zat kimia di lokasi kebakaran berisiko tinggi.
Petugas Rescue Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Tohirudin, mengatakan kemampuan deteksi udara itulah yang membuat MRF-500 selalu diterjunkan lebih dulu sebelum personel manusia masuk ke lokasi berbahaya.
“Biasanya memang ini dikerahkan di awal-awal kita masuk, karena dia punya sensor untuk ngecek kondisi. Jadi pakai kameranya, kita bisa ngelihat kondisi di dalam seperti apa, ngecek juga sensor udaranya gimana, aman atau enggak,” ujar Tohirudin saat ditemui iDoPress di Kantor Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Kamis (28/5/2026).
Menurut dia, fungsi sensor udara pada robot tersebut sangat penting saat menangani kebakaran ekstrem, seperti di basement, gedung bertingkat, hingga pabrik yang menyimpan cairan atau gas kimia.
Tohirudin mencontohkan kemampuan itu saat MRF-500 diterjunkan dalam kebakaran Pergudangan Miami, Kalideres, pada Senin (11/5/2026), serta kebakaran pabrik plastik di Kapuk, Cengkareng, pada Senin (18/5/2026).
“Di dua TKP itu sangat berat memang. Waktu pengerahan robot di Miami dan Kapuk, itu ketahuan ternyata udaranya beracun buat petugas, bahkan kadar CO2 (karbondioksida) itu sampai 250 persen, beracun itu sangat berbahaya sebenarnya,” jelas Tohirudin.
Setelah mendapatkan data dari sensor robot, komandan operasi lapangan dapat segera memperketat protokol keamanan guna mencegah korban dari kalangan petugas.
“Jadi di situ langsung komandan memerintahkan supaya kita semua protokol ketat, pakai breathing apparatus (alat bantu pernapasan) supaya tidak ada korban jatuh karena sebentar saja pasti sudah sangat sesak napas itu di dalam,” sambungnya.
Selain memiliki sensor udara, MRF-500 yang menggunakan roda rantai seperti tank juga mampu menerjang puing-puing bangunan.
Robot tersebut dilengkapi empat kamera yang membantu petugas memantau kondisi di dalam bangunan dan mencari titik api yang tertutup asap tebal.
“Jadi kalau di dalam itu ngebantu, di awal dia juga bisa kita pakai buat ngelihat kondisi di dalam gimana, bisa nyari titik api juga, jadi kita masuk udah tahu kondisi di dalam seperti apa,” kata Tohirudin.
MRF-500 dioperasikan menggunakan remote control dari jarak aman sekitar 300 meter.
Jangkauan itu bahkan bisa mencapai satu kilometer apabila menggunakan antena sinyal tambahan.
“Jadi kalau misalkan yang sifatnya berbahaya kayak ada ledakan, ya untuk petugas sendiri aman karena bisa dioperasikan jarak jauh. Unit ini juga bisa untuk langsung pemadaman, jadi bisa untuk yang paling terdepan,” jelasnya.