2026-06-23 HaiPress


JAKARTA, iDoPress - Kemengungkapkantua Sanggar Oplet Robet, Ramdani Qubil, besarnya upaya yang harus dilakukan untuk melestarikan budaya Tanjidor-Lenong Betawi.
Tantangan pertama adalah dana. Di tengah kondisi perekonomian yang kurang stabil, Qubil dan manajemen sanggar harus memutar otak lebih ekstra untuk mencari pendanaan.
Sebab, banyak instansi pemerintahan dan swasta yang mulai lebih selektif untuk memberikan donasi pada komunitas seni.
Menurut Qubil, keberanian menjadi salah satu bahan bakar pendorong untuk terus mempertahankan budaya ini.
“Harus berani. Kalau kita enggak berani, enggak bakal jalan (budayanya, pertunjukannya). Banyak temen-temen yang lain enggak punya keberanian walaupun mereka lebih kompeten dibandingkan saya,” ujar Qubil saat ditemui di kediamannya, Senin (22/6/2026).
Banyak orang memandang, Qubil yang masih terus membawa nama Sanggar Oplet Robet seperti langkah yang berisiko besar di tengah keterbatasan dana.
Tak jarang ajakan untuk berhenti itu juga keluar dari mulut keluarga sendiri. Namun bagi Qubil dan anggotanya di sanggar, pertunjukan seni bukan sekadar pekerjaan.
Lebih daripada itu, mereka memandang hal ini sebagai sesuatu yang memiliki nilai ibadah. Di mana, setiap wajah yang terhibur karena pertunjukan mereka dapat dihitung sebagai ibadah.
“Kalau kami main tuh ditonton orang banyak puas di sana wah udah enggak mikir lagi kemarin berapa ratus juta ya. Udah lepas aja udah gitu. Kalau dipikir-pikir orang rumah, ‘Ngapain sih Yah, udah deh aja aja',” tutur dia.
Untuk menjaga sanggar ini tetap eksis, Qubil dan tim tak henti mencari sponsor dan donasi.
Besok, rencananya sanggar akan kedatangan seorang anggota utusan Presiden Prabowo Subianto, Muhammad Mardiono.
Qubil berharap, kedatangan Mardiono tak hanya seremonial belaka. Dia berharap, Mardiono juga dapat mendukung mereka, bahkan menjadi Bapak Asuh khususnya dalam gelaran berikutnya pada Oktober 2026 mendatang.

Dok. Sanggar Oplet Robet Penampilan tanjidor-lenong oleh Sanggar Oplet Robet di Gedung PFN Otista Raya.
Baca juga: Ridwan Kamil Kunjungi Sanggar Oplet Robet di Jaktim, Disambut Opie Kumis dan Qubil AJ
“Jujur aja kami perlu sangat perlu (dukungan), dan yang kami lakuin ini bukannya bukannya kaleng-kaleng kok. Sebenarnya sih itu biar bapak itu bisa jadi Bapak Asuh lah buat kami nanti gitu bahkan enggak cuma satu produksi ini terus berkesinambungan,” ujar dia.
Adapun sanggar ini mulanya dibentuk oleh Qubil dan teman-temannya yang tergabung dalam ekskul teater saat duduk di bangku sekolah dulu.
Qubil juga tergabung dalam sanggar seni Sanggar Cagar Budaya Condet saat itu. Di sana dia mengenal teater modern yang jadi acuan teater pertunjukan di Sanggar Oplet Robet.