Rumah Suku cadang mobil Lembaga pendidikan Akal sehat hidup Manajemen hotel peralatan medis Lebih

Trauma Anak Pernah Di-bully, Orangtua di Tangsel Khawatir Saat MPLS Dimulai

2026-07-13 HaiPress

TANGERANG SELATAN, iDoPress - Sejumlah orangtua murid baru di Tangerang Selatan (Tangsel) mengaku masih diliputi rasa cemas saat mengantar anak mengikuti hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).

Salah satunya Anna (34), orangtua murid di SDN Jombang 04 Tangerang Selatan, yang mengaku tetap merasa gugup saat mengantar putra keduanya yang mulai duduk di bangku sekolah dasar (SD).

"Kalau ini kan anak kedua, jadi enggak terlalu banget untuk persiapannya, tapi tetap deg-degan," ujar Anna saat ditemui iDoPress di lokasi, Senin (13/7/2026).

Menurut dia, kecemasan itu muncul karena anaknya kini harus lebih mandiri dibandingkan saat masih bersekolah di taman kanak-kanak (TK).

"Deg-degannya itu, bisa enggak ya ditinggal. Kalau waktu TK kan masih diarahkan sama ibu-ibu guru TK, dirapiin. Kalau sekarang kan harus mandiri. Tetap deg-degan, bisa enggak ya," tutur dia.

Meski demikian, Anna berharap putranya dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah yang baru dan menjadi lebih mandiri.

Di sisi lain, orangtua murid lainnya, Isti (38), mengaku kekhawatiran yang dirasakannya muncul karena pengalaman anak pertamanya.

Ia mengatakan, saat anak pertamanya duduk di bangku SD, anak tersebut sempat menjadi korban bullying oleh teman sekelasnya.

Saat itu, kondisi tersebut membuat anak pertamanya enggan berangkat ke sekolah.

"Anak saya dulu sebelum SMP, waktu SD itu di-bully habis-habisan sampai dia trauma, enggak mau berangkat sekolah," kata Isti.

Adapun bullying yang dialami anaknya berupa ejekan sehingga membuat mental anaknya terganggu.

"Dikatain terus. Orangnya kan agak gendut dikit, dikatain 'gendut, gendut, gendut'. Kan masing-masing anak mentalnya beda-beda, ada yang kuat ada yang enggak," kata dia.

Pengalaman itu membuat Isti berpesan kepada anak keduanya agar tidak takut bercerita jika mengalami masalah di sekolah.

"Kalau ada teman yang nge-bully enggak usah dihiraukan. Cerita sama ibu," ucap dia.

Isti pun berharap kegiatan hari pertama sekolah pada tahun ajaran baru ini benar-benar menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, bukan justru membuat murid baru tertekan.

"Ya penginnya sih kalau MPLS jangan sampai terjadi sesuatu yang ekstrem-ekstrem. Maksudnya yang sewajar-wajarnya lah," ucap dia.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
©hak cipta2009-2020 Jaringan Informasi Teknologi Asia    Hubungi kami SiteMap