2026-07-24 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Warga Penjaringan, Jakarta Utara, mengeluhkan tumpukan sampah di Jalan Kepanduan 2, tepat di samping Taman Hutan Kota Penjaringan yang disebut belum juga teratasi meski sebelumnya dijanjikan akan segera diangkut.
Salah seorang warga, Aing (55) mengatakan, kondisi di lokasi masih belum berubah meski sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sempat menyebut akan segera dirapikan.
"Dari udah berapa bulan ya, waktu gubernur bilang satu dua hari mau angkut habis, sampai sekarang aja belum habis," kata dia kepada iDoPress, Jumat (24/7/2026).
Hal itu membuatnya mempertanyakan penanganan tumpukan sampah yang hingga kini belum juga selesai.
"Iya, enggak selesai-selesai itu. Sampai kapan bisa selesai ini," ujarnya.
Senada, Robert (50) warga yang telah tinggal di kawasan tersebut selama 22 tahun mengatakan, kondisi saat ini merupakan disebut paling parah yang pernah ia alami.
"Ini parah banget nih, enggak ketolong ini. Tiap hari kita, bagaimana kita? Cium bau begini, sampai pusing," tutur dia dalam kesempatan yang sama, Jumat.
Menurut dia, warga hanya berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan persoalan tumpukan sampah tersebut.
"Kita enggak tahu masalahnya di mana. Ya kan? Kalau kita rakyat gini kan kita enggak bisa apa-apa. Ya kita ya cuma bapak Gubernur aja yang bisa atasin," ucap dia.
Menanggapi keluhan tersebut, Humas Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Yogi Ikhwan mengatakan, sekitar 20 personil telah diturunkan untuk menangani serta menjalankan sistem piket pengawasan di lokasi.
"Penanganan sampah di Jalan Kepanduan, Pejagalan, dilakukan secara lintas sektoral dengan melibatkan unsur kelurahan, kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup, Unit Pengelola Sampah Badan Air, Suku Dinas Sumber Daya Air, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota," ucap dia saat dikonfirmasi iDoPress melalui pesan singkat, Jumat.
Ia menjelaskan, penanganan diawali dengan pengumpulan sampah menggunakan ekskavator, dilanjutkan pembukaan akses bagi loader dan truk pengangkut sampah untuk mengangkut sampah secara bertahap.
Setelah seluruh sampah diangkut, lokasi akan dijaga melalui tim piket lintas sektor guna mencegah pembuangan sampah kembali.
Kawasan tersebut juga akan ditata kembali dan ditanami pohon peneduh.
"Target penyelesaian penanganan diperkirakan sekitar 45 hari (sejak Jumat ini)," tambah dia.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang