2026-08-11 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Kasus tawuran antar-kelompok di wilayah RW 07, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, diklaim berkurang sejak dipasangnya kamera CCTV di sejumlah titik rawan.
Hal tersebut diungkapkan Suparman, warga sekaligus pengurus RW 07 Kelurahan Tamansari.
"Jadi berkurang sejak ada kamera CCTV ini," kata Suparman kepada iDoPress saat ditemui, Selasa (11/8/2026).
Suparman mengungkapkan, sebelum kamera CCTV terpasang, tawuran antar-kelompok kerap terjadi di kawasan tersebut, khususnya yang melibatkan remaja dan anak-anak muda.
"Dulu sering, setiap malam Minggu, jam setengah 12 malam atau jam 1 dini hari (tawuran)," ungkap dia.
Menurut Suparman, keberadaan CCTV sangat membantu warga dalam memonitor kondisi lingkungan.
"Sejak ada CCTV mereka (pelaku tawruran) udah enggak bisa dia. Ruang geraknya udah sempit. Mereka kayak ngerasa dimonitor," ungkapnya.
Meski tawuran disebut berkurang, Suparman mengatakan warga tetap bersiaga apabila terjadi gangguan keamanan.
Jika ada kelompok yang terlibat tawuran dan berhasil diamankan warga, mereka akan dibawa ke pos untuk kemudian diserahkan kepada orangtua masing-masing.
Orangtua para pelaku juga akan dipanggil dan diminta ikut mengawasi anak-anak mereka agar tidak kembali terlibat tawuran.
"Saya bersama pihak keamanan semuanya, saya suruh samperin, saya suruh balik (bubar) semua. Suruh samperin semua, lalu dibawa ke pos. Nanti besoknya orang tuanya dipanggil satu-satu, (kami minta) tolong dibilangin ke anak-anaknya," kata Suparman.
Terpisah, warga lainnya, Isman, mengaku merasa lebih aman sejak kamera CCTV dipasang. Terlebih, ia membuka bengkel di kawasan tersebut.
"Tanggapannya bagus buat keamanan warga juga. Kayak saya jadi merasa dijaga lah," kata Isman.
Isman mengaku sejauh ini belum pernah kehilangan barang ataupun menjadi korban pencurian. Ia berharap keberadaan CCTV dapat mencegah aksi pencurian maupun tindak kriminal lainnya.
"Harapannya biar wilayah jadi lebih aman, khususnya pencurian, terus tawuran juga," papar dia.